
Jakarta Semakanews.com — Aparat dari Bareskrim Polri mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji subsidi di berbagai wilayah Indonesia. Dalam operasi yang berlangsung sejak 2025 hingga April 2026, sebanyak 755 lokasi kejadian perkara berhasil dibongkar dengan total 672 tersangka diamankan.
Perusahaan energi nasional melalui PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas mitra penyalur yang terbukti terlibat praktik ilegal tersebut.
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga distribusi energi subsidi agar tepat sasaran.
Menurutnya, Pertamina terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan TNI, guna memastikan distribusi BBM dan LPG subsidi berjalan sesuai ketentuan.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga penyaluran BBM dan LPG subsidi 3 kilogram agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak,” ujar Eko dalam keterangannya di Jakarta Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, pengawasan internal terhadap mitra penyalur juga diperketat. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan, mulai dari pembinaan hingga pemutusan hubungan usaha sesuai aturan yang berlaku.
Kasus penyalahgunaan ini dinilai berdampak besar, tidak hanya merugikan negara tetapi juga mengganggu distribusi energi subsidi, khususnya dalam hal ketersediaan stok bagi masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan data yang diungkap, potensi kerugian negara akibat praktik ilegal ini mencapai sekitar Rp1,26 triliun. Rinciannya, penyalahgunaan BBM subsidi menyumbang kerugian sekitar Rp516,8 miliar, sementara elpiji subsidi mencapai Rp749,2 miliar.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi distribusi energi subsidi dengan melaporkan dugaan penyimpangan melalui aparat penegak hukum atau saluran resmi perusahaan.
Di tengah dinamika geopolitik global, masyarakat turut diimbau untuk menggunakan BBM dan elpiji subsidi secara bijak dan sesuai kebutuhan, guna menjaga ketersediaan pasokan tetap stabil.
*Disusun dari sumber: Detik.com*
(Red)

Tidak ada komentar