x

TikToker Bang Taun dan Tim Siap Bangun SDN Tanjung Raja. Pemda Belum Punya Rencana

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Apr 2026 19:20 71 Redaksi

Semakanews.com Cukuh Balak, Tanggamus – Kondisi Sekolah Dasar Negeri di Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, menjadi sorotan publik setelah dikunjungi sejumlah kreator TikTok, Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bang Taun bersama tim, termasuk Bro Ron dan rekan lainnya, meninjau langsung bangunan sekolah yang diduga belum layak sebagai sarana pendidikan.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok miliknya, Bang Taun menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang masih menggunakan material kayu. Ia menilai, sebagai tempat belajar generasi penerus, fasilitas tersebut seharusnya mendapat perhatian lebih serius.

“Sekolah ini kabarnya belum dibangun permanen karena berdiri di atas tanah milik masyarakat. Tapi menurut saya, tetap kurang layak jika kondisinya seperti ini,” ujarnya dalam video tersebut.

Lebih lanjut, Bang Taun bahkan menyatakan kesiapan dirinya bersama tim untuk membantu pembangunan jika pemerintah mengalami kendala.

“Kalau memang pemerintah sulit untuk membangun, kami bersama teman-teman siap untuk ikut membangun sekolah ini,” tegasnya.

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Viktor Libradi. Dalam keterangan yang terekam video dan diterima media ini, ia menjelaskan bahwa jumlah penduduk di wilayah tersebut relatif sedikit.

“Jumlah kepala keluarga di sini sekitar 30 KK. Kalau muridnya tidak ada, dikhawatirkan bangunan yang dibangun nantinya terbengkalai,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa keberadaan sekolah tersebut tetap dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Namun, saat ditanya terkait rencana pembangunan ke depan, ia menyebut belum ada proyeksi yang direncanakan.

“Belum ada wacana ke arah sana,” ujarnya.

Kondisi ini memunculkan perhatian publik, terutama terkait pemerataan akses pendidikan di wilayah terpencil. Di satu sisi, terdapat kendala administratif dan jumlah peserta didik, namun di sisi lain kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang layak tetap menjadi hal mendasar yang diharapkan masyarakat.

Sorotan dari para kreator konten ini pun menjadi pemicu diskusi lebih luas, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak lain dalam mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan pendidikan di daerah tersebut.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x