x

Serangan Wereng Ancam Gagal Panen, Petani Kota Agung Desak Dinas Pertanian Bertindak Cepat

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Jan 2026 18:39 133 Redaksi

Kota Agung Tanggamus – Semakanews.com
Tangis petani pecah di hamparan sawah Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus. Harapan panen yang semestinya menjadi penopang ekonomi keluarga menjelang bulan suci Ramadan kini terancam sirna akibat serangan hama wereng yang kian masif menyerang tanaman padi. Kamis (29/1/2026).

Sejumlah petani mengaku tidak berdaya menghadapi serangan hama yang datang justru menjelang masa panen. Agung, petani asal Pekon Penanggungan, mengatakan sawah yang dikelolanya mulai terserang wereng sejak 10 hingga 15 hari sebelum panen.
“Sudah segala cara kami lakukan, dari penyemprotan sampai perawatan ekstra, tapi hasilnya nihil. Padi banyak yang roboh dan mengering,” ujar Agung dengan nada pilu.

Kondisi ini membuat sebagian petani terancam gagal panen total, yang berdampak langsung pada pendapatan dan ketahanan pangan keluarga.

Namun di tengah keprihatinan, masih ada petani yang berhasil menekan serangan wereng. Arbi, petani lainnya di Pekon Penanggungan, mengungkapkan bahwa upaya pencegahan intensif menjadi kunci.
“Alhamdulillah sawah kami masih selamat karena penyemprotan rutin hingga tiga kali dalam seminggu. Tapi ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus serentak,” katanya.

Petani Harap Langkah Konkret Dinas Pertanian

Para petani menegaskan bahwa serangan wereng tidak bisa ditangani secara individual. Mereka mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus untuk segera turun tangan dengan langkah konkret dan terkoordinasi agar hama tidak menyebar ke areal persawahan lain.
Beberapa langkah yang diharapkan petani antara lain:
Penyemprotan massal secara serentak
Penyediaan pestisida yang tepat sasaran
Pendampingan teknis langsung di lapangan
Edukasi dini terkait pola tanam dan pengendalian hama terpadu.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kota Agung, Firman Malik, telah turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari petani.
“Kemarin Pak Firman sudah meninjau langsung sawah petani yang terdampak. Kami berharap segera ada solusi agar penyebaran wereng bisa dihentikan,” ujar salah satu petani.

Ancaman Nyata Ketahanan Pangan Lokal
Jika tidak segera ditangani, serangan wereng dikhawatirkan tidak hanya menyebabkan kerugian petani, tetapi juga mengancam stabilitas produksi pangan lokal di Kabupaten Tanggamus.
Petani berharap pemerintah daerah tidak menunggu kondisi semakin parah, melainkan bergerak cepat, terukur, dan berpihak pada petani, agar hasil panen yang tersisa masih bisa diselamatkan.

“Kami hanya ingin panen kami selamat. Ini bukan sekadar soal sawah, tapi soal hidup keluarga kami,” pungkas Agung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x