x

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Pringsewu–Pardasuka Milik BMBK Lampung Disorot: Uang Negara Terancam Terbuang Sia-Sia

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Mei 2026 18:32 106 Redaksi

PRINGSEWU Semakanews.com– Proyek perawatan jalan provinsi ruas Pringsewu–Pardasuka yang dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pekerjaan yang seharusnya menjadi solusi atas kerusakan jalan justru diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

 

Berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksanaan overlay aspal hotmix di sejumlah titik terlihat tidak maksimal. Siraman aspal dasar atau *prime coat* yang berfungsi sebagai perekat antara lapisan pondasi dan aspal dinilai sangat minim. Bahkan pada beberapa bagian, permukaan agregat pondasi masih tampak jelas tanpa tertutup cairan aspal pengikat.

 

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pekerjaan dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan kualitas konstruksi. Padahal, penggunaan *prime coat* merupakan bagian penting dalam pekerjaan perkerasan jalan guna memastikan daya rekat dan ketahanan lapisan aspal.

 

Tak hanya itu, ketebalan hamparan aspal hotmix juga menjadi perhatian warga. Lapisan aspal yang telah digelar terlihat sangat tipis dan diperkirakan hanya berkisar dua hingga tiga sentimeter. Warga khawatir kondisi itu tidak akan mampu bertahan lama, terlebih ruas Pringsewu–Pardasuka merupakan jalur vital yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase berat.

 

“Kalau pengerjaannya tipis begini, baru beberapa bulan rusak lagi. Jangan sampai uang negara habis hanya untuk tambal sulam yang tidak bertahan lama,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi pekerjaan.

 

Sorotan masyarakat bukan tanpa alasan. Proyek yang dibiayai dari anggaran negara seharusnya dilaksanakan sesuai standar teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Jika kualitas pekerjaan rendah, maka anggaran yang digelontorkan berpotensi terbuang sia-sia karena jalan kembali rusak dalam waktu singkat.

 

Menanggapi hal tersebut, Mas Edi selaku pengawas lapangan dari BMBK Provinsi Lampung mengakui bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini merupakan penanganan darurat.

 

“Ini sifatnya respon cepat terhadap keluhan warga karena kondisi jalan sudah rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. Jadi dilakukan overlay tipis dulu supaya lubang tertutup dan bisa segera dilalui dengan aman,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Senin (11/5/2026).

 

Namun penjelasan itu belum sepenuhnya meredam kekhawatiran masyarakat. Warga berharap pemerintah provinsi tidak hanya melakukan penanganan sementara, melainkan segera melakukan peningkatan struktur jalan secara menyeluruh sesuai spesifikasi teknis jalan provinsi.

 

Pasalnya, jika proyek hanya berorientasi pada penanganan cepat tanpa kualitas memadai, maka kerusakan berulang hanya akan menjadi siklus tahunan yang terus menguras anggaran daerah. Kondisi ini dikhawatirkan menjadi bentuk pemborosan uang rakyat yang tidak memberikan hasil maksimal bagi infrastruktur jalan di Lampung.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x