x

Enam SPPG Yayasan NADI Terlibat dalam Bakti Sosial TNI AL di Tanggamus, Wujud Kolaborasi dan Kepedulian Sosial

waktu baca 4 menit
Sabtu, 31 Okt 2026 18:22 36 Redaksi

KOTA AGUNG, TANGGAMUS, LAMPUNG — Keterlibatan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung dalam kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, dan bersih pantai yang digelar Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Sabtu (31/10/2026), menjadi gambaran pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan sosial kepada masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan langsung, tetapi juga menghadirkan ruang partisipasi berbagai elemen kelembagaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.

Enam SPPG yang dilibatkan meliputi SPPG Kota Batu, Kelumbayan Barat, Waiharong, Gisting, Wonosobo, dan Ulu Belu. Seluruhnya dikerahkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan bersih pantai bersama unsur TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, Firlinda, S.H., S.E., M.Kn., M.H. mengatakan keterlibatan yayasannya merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab sosial dalam mendukung kegiatan pelayanan masyarakat.

Menurutnya, yayasan mendapat amanah untuk mengisi seksi konsumsi dengan melibatkan relawan dari enam SPPG yang berada di wilayah Kabupaten Tanggamus.

“Hari ini kita dilibatkan dalam rangka kegiatan Baksos TNI AL bekerja sama dengan Pemkab Tanggamus. Kita melibatkan seluruh relawan enam SPPG, yaitu SPPG Kota Batu, Kelumbayan Barat, Waiharong, Gisting, Wonosobo, dan Ulu Belu untuk bersama-sama mendukung kegiatan bersih pantai serta mengisi seksi konsumsi sebagai bentuk bakti kami terhadap negara dan mendukung kegiatan bakti sosial ini,” ujar Firlinda.

Keamanan Pangan sebagai Bagian dari Tanggung Jawab Pelayanan

Di luar aspek dukungan logistik, keterlibatan SPPG dalam kegiatan sosial juga berkaitan dengan tanggung jawab terhadap kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

Firlinda menegaskan, kebersihan dan keamanan makanan menjadi perhatian utama yayasan, terutama dalam proses pengolahan hingga pendistribusian. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan konsumsi tidak cukup hanya dilihat dari ketersediaan makanan, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kebersihan makanan dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk meminimalkan kejadian keracunan di SPPG-SPPG. Dalam pengolahannya kita mengikuti arahan dari negara, salah satunya memasak empat jam sebelum didistribusikan. Alhamdulillah jangan pernah sampai terjadi. Itu komitmen yang kami jaga,” tegasnya.

Ia menjelaskan, proses pengolahan makanan di lingkungan SPPG juga berada dalam mekanisme pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk melalui pemantauan secara virtual terhadap aktivitas dapur.

“Untuk zoom virtual itu memang sudah arahan dari BGN, dilakukan dari jam 11 siang sampai jam 4 pagi. Dari BGN kita diberikan alat berupa TV dan dipantau langsung oleh BGN pusat dalam proses memasak. Semua prosesnya dipantau oleh BGN,” jelasnya.

Aspek tersebut menunjukkan bahwa pelayanan pemenuhan gizi memiliki dimensi tanggung jawab yang lebih luas. Selain memastikan makanan tersedia, penyelenggara juga dituntut menjaga standar pengolahan, kebersihan, dan keamanan pangan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat.

Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Pesisir

Sementara itu, kegiatan bakti kesehatan menjadi bagian lain dari upaya memperluas akses pelayanan dasar bagi masyarakat pesisir.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus turut mengambil bagian dengan mengerahkan tenaga kesehatan dan menyediakan obat-obatan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan gratis.

Kabid Koordinasi Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Sustina, mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut melalui keterlibatan tenaga medis yang berkolaborasi dengan tim kesehatan Lanal Lampung.

Menurutnya, puluhan tenaga kesehatan diterjunkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka bekerja bersama dokter Lanal Lampung, dr. Rahmania, beserta tim medis.

“Selain personel, Dinkes juga menyiapkan obat-obatan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir Desa Madang,” pungkas Sustina.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Makna Pembangunan Sosial

Kolaborasi Lanal Lampung, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus memperlihatkan adanya pembagian peran dan sumber daya dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Bakti kesehatan menyentuh aspek pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, dukungan konsumsi berkaitan dengan kebutuhan pangan, sedangkan kegiatan bersih pantai memiliki dimensi edukasi lingkungan dan penguatan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Dalam konteks tersebut, partisipasi enam SPPG juga dapat dipandang sebagai bentuk perluasan fungsi sosial lembaga pelayanan pemenuhan gizi. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas operasional dapur, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.(Aji)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x