x

Pemprov Lampung dan KLH Perkuat Sinergi Wujudkan Langkah Reformasi Pengelolaan Sampah

waktu baca 2 menit
Rabu, 22 Apr 2026 11:45 50 Redaksi

Semakanews.com Bandar Lampung — Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah. Hal ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta masa depan generasi mendatang.

“Sampah bukan lagi hanya soal kebersihan. Ini soal kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, bahkan masa depan generasi kita. Pengelolaan sampah adalah cermin dari kemajuan peradaban,” ujar Gubernur dalam arahannya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan audiensi dan rapat koordinasi pengelolaan sampah terpadu serta pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dan seluruh kepala daerah se-Provinsi Lampung, yang digelar di ruang rapat utama pada Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Utama KLH/BPLH Rosa Vivien Ratnawati, jajaran pejabat kementerian, serta bupati dan wali kota dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk menyinkronkan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penanganan sampah secara terintegrasi.

Dalam paparannya, Gubernur mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa menghasilkan ribuan ton sampah setiap hari. Khusus di Kota Bandar Lampung, produksi sampah mencapai sekitar 1.200 ton per hari.

Menurutnya, tingginya volume sampah tersebut menuntut adanya sistem pengelolaan yang modern, efektif, dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya inovasi, termasuk pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik, guna mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

Selain itu, Gubernur mengingatkan bahwa Lampung sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata harus menjaga kebersihan lingkungan agar tetap menarik bagi wisatawan. Data menunjukkan tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat, dari sekitar 19 juta pada 2024 menjadi 26 juta pada 2025, dan diproyeksikan mendekati 30 juta pada 2026.

“Kebersihan lingkungan adalah bagian penting dari daya saing daerah. Jika kita ingin pariwisata terus tumbuh, maka pengelolaan sampah harus kita tangani secara serius dan terintegrasi,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan pengelolaan sampah di Lampung dapat berkembang menjadi sistem yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong kemajuan pembangunan daerah secara menyeluruh.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x