x

SPPG Purwosari Kebakaran, Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 14:05 104 Redaksi

Kelumbayan TANGGAMUS — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari Kecamatan Kelumbayan Barat Kabupaten Tanggamus mengalami kebakaran pada Kamis dini hari, 27 Agustus 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan dapur beserta sejumlah peralatan dan perlengkapan di dalamnya. Kerugian akibat kebakaran sementara ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Kepala SPPG Purwosari, Yayan Ardianto, S.Pd., mengatakan kebakaran bermula setelah terdengar suara ledakan dari area dapur. Berdasarkan keterangan awal di lokasi, sumber api diduga berasal dari rice steamer atau mesin memasak nasi yang mengalami panas berlebih.Kode

“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, dugaan sementara kebakaran berasal dari mesin steamer atau mesin memasak nasi yang mengalami panas berlebih hingga kemudian memicu ledakan dan semburan api. Untuk lebih pastinya kita menunggu hasil pemeriksaan dari tim Inafis Polres Tanggamus,” kata Yayan Ardianto saat ditemui di lokasi kejadian.

Yayan menjelaskan, kejadian berlangsung cukup cepat. Setelah terdengar suara ledakan sekitar pukul 01.30 WIB, asisten lapangan bersama relawan koki langsung melakukan pengecekan dan mendapati rice steamer telah terbakar.

Menurut Yayan, dua chef, Akbar dan Lutfi, kemudian berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Sementara itu, asisten lapangan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas SPPI yang berada di dalam ruangan.

“SPPI kemudian memerintahkan relawan untuk membantu memadamkan api dengan alat yang tersedia. Kurang lebih 10 menit, api semakin membesar dan tidak bisa dipadamkan oleh relawan,” jelasnya.

Melihat kondisi yang semakin berbahaya, sekitar pukul 02.15 WIB Kepala SPPG memerintahkan seluruh relawan meninggalkan area dapur untuk menghindari risiko terhadap keselamatan jiwa.

Api kemudian membesar dan melahap bangunan dapur beserta isinya. Warga sekitar turut membantu proses pemadaman hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.30 WIB.

“Api semakin membesar sehingga menghanguskan bangunan dapur dan isinya. Bersama warga membantu pemadaman dapur dan api bisa dipadamkan pada pukul 04.30,” ungkap Yayan.

Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa

Kapolsek Limau, Iptu Fridy Romadhana Panca Risky, S.Sos., yang berada di lokasi kejadian memastikan kondisi pascakebakaran dalam keadaan aman dan terkendali.

Ia juga menegaskan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan situasi sudah terkendali. Untuk penyebab pastinya kita tunggu hasil pemeriksaan tim Inafis,” tegas Kapolsek.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pemeriksaan. Dugaan sementara mengenai sumber api dari rice steamer masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Inafis Polres Tanggamus.

Sementara itu, nilai kerugian sekitar Rp1,5 miliar merupakan taksiran awal dari pihak SPPG dan masih dapat berubah setelah dilakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap bangunan, peralatan, dan barang-barang yang terbakar.(Aji)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x