
Tanggamus (SemakaNews.com ) — Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwodadi 02 di Kecamatan Gisting kembali menjadi perhatian positif. Berdasarkan hasil penelusuran dan pengecekan langsung di lapangan pada Senin (04/05/2026), fasilitas layanan gizi yang dikelola Yayasan Nusantara Alam Abadi bersama para mitra ini dipastikan berjalan dengan standar kebersihan tinggi serta sistem tata kelola yang sepenuhnya patuh dan tunduk pada Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah ini mempertegas komitmen kuat pihak Yayasan, Mitra, dan Serjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam mengimplementasikan regulasi pusat demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan mutu layanan gizi.
Kepala SPPG Purwodadi 02, Arman Surya Ilahi, S.T., menegaskan bahwa kepatuhan terhadap Juknis BGN menjadi pilar utama dalam seluruh rantai operasional mereka, termasuk dalam hal pengolahan limbah.
“Sesuai dengan standar baku mutu lingkungan yang diamanatkan dalam Juknis BGN, kami menerapkan proses pengolahan limbah secara maksimal dengan metode tujuh tahapan penyaringan. Hasil dari proses filterisasi tersebut kemudian dialirkan ke kolam bio-indikator yang di dalamnya terdapat ikan hidup, sebagai pembuktian visual bahwa kualitas air tetap terjaga dan aman,” jelas Arman.
Ia menambahkan, air dari kolam tersebut tidak berhenti di satu titik, melainkan dialirkan kembali melalui jaringan pipa tertutup menuju saluran irigasi besar. Sistem tertutup ini dirancang khusus untuk memastikan tidak adanya kebocoran limbah yang mencemari lingkungan pemukiman. Evaluasi dan penyempurnaan juga terus dilakukan secara berkala guna memastikan operasional harian selalu berada dalam koridor standar yang ditetapkan pemerintah.
Keberadaan fasilitas yang berlokasi di Jalan Kesehatan, Dusun 2A Pekon Purwodadi ini diharapkan dapat menjadi percontohan (role model) nasional dalam pengembangan pelayanan gizi terintegrasi, khususnya bagi daerah lain di Kabupaten Tanggamus.
Menanggapi kondisi air kolam yang tampak berwarna hijau, pihak SPPG mengonfirmasi bahwa hal tersebut merupakan bagian dari ekosistem alami setempat. Warna tersebut murni berasal dari pantulan cahaya matahari serta pertumbuhan lumut alami di dasar kolam tanah. Fenomena vegetasi serupa juga terlihat jelas di area persawahan dan kolam warga di sisi kiri maupun kanan kawasan, sehingga dipastikan tidak ada kaitannya dengan sisa aktivitas pengolahan limbah operasional dapur.
Pernyataan ini turut diperkuat oleh kesaksian warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ibu Suryati menyatakan bahwa transparansi operasional SPPG sangat baik.
“Selama ini yang kami lihat, pengelolaan di SPPG Purwodadi 02 berjalan dengan jelas, teratur, dan tidak mengganggu. Proses airnya langsung dialirkan menggunakan pipa, tidak dibuang sembarangan ke pekarangan, dan tetap melalui tahapan penyaringan yang sudah ditentukan. Lingkungan di sekitar juga tidak mengalami perubahan yang mengkhawatirkan. Artinya, apa yang dilakukan di sini memang sudah melalui pengelolaan yang baik, aman, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui penerapan regulasi yang ketat dan tata kelola yang transparan, operasional SPPG Purwodadi 02 membuktikan bahwa kolaborasi antara Yayasan Nusantara Alam Abadi, para Mitra, dan SPPI mampu melahirkan pelayanan gizi yang optimal, terukur, berkelanjutan, dan seratus persen taat terhadap Juknis BGN. (Red)

Tidak ada komentar