
Tanggamus, Lampung Semakanews.com — Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung melalui UPTD V melakukan peninjauan langsung ke lokasi ruas jalan Simpang Umbar Putih–Doh, Senin (12/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas beredarnya informasi di tengah masyarakat terkait kondisi jalan yang mengalami retak-retak dan dinilai mengalami kerusakan dalam waktu relatif singkat.
Menanggapi hal tersebut, pihak BMBK menegaskan bahwa hasil peninjauan sementara menunjukkan kerusakan tersebut tidak serta-merta disebabkan oleh mutu pekerjaan yang buruk atau ketidaksesuaian spesifikasi teknis.
Berdasarkan pemantauan tim teknis di lapangan, ruas jalan tersebut berada di kawasan dengan kontur tanah yang labil, tepat di tepi jurang dekat garis pantai.

Selain itu, wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir dilanda curah hujan tinggi secara terus-menerus, yang diduga memicu pergeseran tanah di bawah badan jalan.
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penurunan struktur tanah (ambles), sehingga berdampak pada lapisan aspal di atasnya.
“Secara teknis, ini lebih mengarah pada faktor alam yang memengaruhi stabilitas tanah. Bukan semata-mata karena kualitas pekerjaan. Kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi faktor yang sangat berpengaruh,” ujar salah satu perwakilan teknis
Meski demikian, pihak BMBK memastikan bahwa kerusakan tersebut tidak akan dibiarkan berlarut-larut. Melalui UPTD terkait, ruas jalan tersebut telah masuk dalam rencana penanganan lanjutan pada tahun anggaran 2026.
Perbaikan yang akan dilakukan tidak hanya bersifat tambal sulam, melainkan mencakup penguatan struktur bawah jalan, termasuk pembangunan sistem penahan tanah dan penyesuaian desain teknis agar lebih adaptif terhadap karakteristik wilayah rawan pergerakan tanah.
“Setelah pengecekan hari ini, kami akan segera menindaklanjuti dengan langkah perbaikan,” ujar Kepala UPTD V saat berada di lokasi. (Senin 12 Januari 2026)
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Cukuh Balak,Wira, membenarkan bahwa wilayah tersebut memang rawan terdampak kondisi alam, khususnya saat air laut pasang dan hujan deras.
“Kalau laut lagi pasang, ombak memang bisa naik sampai mendekati bahu jalan. Ditambah hujan deras hampir setiap hari waktu itu, kemungkinan besar itu yang memicu pergeseran tanah,” ujarnya saat mampir di lokasi peninjauan
Ia juga mengapresiasi respons cepat dari pihak Dinas BMBK yang telah turun langsung ke lapangan.
“Semoga segera diperbaiki demi keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Camat Cukuh Balak,Alsep Rizam, S.ST , Ia berharap proses perbaikan dapat segera direalisasikan mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat.
“Alhamdulillah sudah direspons dengan cepat. Kami berharap perbaikan segera dilakukan, karena faktor keselamatan pengguna jalan sangat penting,” ujarnya pada awak media
Dinas BMBK Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus bekerja secara profesional, transparan, serta mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam setiap pelaksanaan pembangunan infrastruktur.(Red)

Tidak ada komentar