
Tanggamus Semakanews.com — Kondisi jalan lingkungan yang masih berupa tanah di RT 06 RW 03, Cukuh Batu, Pekon Terbaya, Kecamatan Kota Agung, kembali menjadi sorotan. Bertahun-tahun belum tersentuh pembangunan, jalan tersebut kerap berubah menjadi becek dan sulit dilalui saat musim hujan, sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Ketua DPD Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Tanggamus, Yuliar Baro, bersama Pemerintah Pekon Terbaya secara resmi mengajukan proposal pembangunan jalan lingkungan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanggamus pada Senin (02/03/2026).
Yuliar Baro menjelaskan bahwa proposal tersebut diantarkan langsung sebagai bentuk keseriusan dalam memperjuangkan aspirasi warga. Menurutnya, jalan yang diajukan merupakan akses vital yang menghubungkan Pekon Terbaya dengan Kelurahan Kuripan dan Pasar Madang.
“Jalan ini menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk beraktivitas, baik ke pusat perdagangan maupun ke wilayah sekitar. Namun kondisinya masih berupa tanah. Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan menyulitkan warga yang melintas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa usulan tersebut bukan kali pertama diajukan. Sejak tahun 2023, proposal serupa telah disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi. Padahal, akses jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, kelancaran distribusi hasil pertanian, serta aktivitas sosial masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Pekon Terbaya, Drs. Mardatu Aspar. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan mendesak warganya.
“Kami sangat berharap adanya realisasi pembangunan jalan ini. Infrastruktur yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Masyarakat Pekon Terbaya kini menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar pembangunan jalan lingkungan tersebut dapat segera direalisasikan, mengingat urgensinya sebagai akses utama yang menunjang kehidupan sosial dan ekonomi warga sehari-hari.(Zaini)

Tidak ada komentar