x

FIRLINDA TEKANKAN TIGA FONDASI UTAMA SPPG: KEBERSIHAN, DISIPLIN, DAN KEJUJURAN

waktu baca 2 menit
Minggu, 7 Jun 2026 10:01 102 Redaksi

Semakanews.com Tanggamus Lampung — Menyikapi banyaknya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang di suspend oleh BGN, Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung kembali menegaskan pentingnya penguatan nilai dasar dalam setiap pelaksanaan program. (Minggu 7 Juni 2026)

Ketua Yayasan Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, Firlinda, menyampaikan bahwa terdapat tiga fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam operasional SPPG, yakni Kebersihan, kedisiplinan, dan kejujuran serta Tanggung Jawab. 

Menurutnya, ketiga nilai tersebut bukan sekadar aturan kerja formal, melainkan bagian dari warisan moral yang telah lama hidup dalam budaya masyarakat. Nilai disiplin, kebersihan, dan kejujuran disebut sebagai prinsip dasar yang sejak dahulu dijunjung tinggi oleh para pendahulu, dan seharusnya tetap menjadi pegangan utama dalam pelayanan publik masa kini.

Lebih dari Seribu SPPG Disebut Disuspend Oleh BGN

Dalam catatan evaluasi yang menjadi perhatian nasional, lebih dari seribu SPPG dilaporkan mengalami penangguhan operasional akibat berbagai faktor. Di antaranya adalah lemahnya kedisiplinan kerja, rendahnya kesadaran menjaga kebersihan, serta persoalan dalam aspek kejujuran dan tata kelola program.

Kondisi ini dinilai menjadi peringatan serius bahwa standar operasional prosedur (SOP) tidak boleh diperlakukan sebagai formalitas semata, melainkan harus dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab di lapangan.

Dampak Tidak Hanya ke Lembaga, tetapi Juga Relawan dan Penerima Manfaat

Firlinda menegaskan bahwa dampak dari lemahnya penerapan standar tersebut tidak hanya dirasakan oleh lembaga atau mitra kerja, tetapi juga langsung berimbas kepada para relawan yang menggantungkan aktivitasnya sebagai sumber penghidupan.

Lebih jauh, yang paling terdampak adalah anak-anak penerima manfaat program, yang seharusnya mendapatkan layanan secara optimal, layak, dan berkesinambungan.

“Ketika disiplin, kebersihan, dan kejujuran diabaikan, yang terganggu bukan hanya sistem kerja, tetapi juga tujuan utama dari program itu sendiri,” tegasnya dalam kegiatan sidak di sejumlah SPPG di bawah naungan yayasan nya. 

Ajak Evaluasi Diri dan Penguatan Kesadaran Kolektif

Ia juga mengajak seluruh relawan dan pihak terkait untuk terus melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan. Penguatan kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci agar setiap proses pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Bagi Firlinda, tiga nilai utama tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun keberlanjutan program dan menjaga kepercayaan publik.

Sebagai penegasan moral, disampaikan pula pesan yang diharapkan menjadi pengingat bersama:

“Penting nya Menjaga Kebersihan, Disiplin, Tanggung jawab serta Kejujuran”

Pesan ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan sebuah program pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh karakter dan integritas setiap pelaksananya.(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x